Kudeta Uganda
KUDETA
IDIAMIN- Mula-mula semasa masih di militer, Idi Amin merupakan pengawal
setia Obote. Tapi begitu mendapat kesempatan, Amin lalu melancarkan
kudeta berdarah yang memakan korban puluhan ribu nyawa. Kekuasaan
otoriterAmin akhirnya tumbang dan ia memilih lari ke Arab Saudi
Asal usul Idi Amin sendiri cukup unik dan kebrutalannya seolah terhapus oleh masa mudanya yang banyak meninggalkan kesan menyenangkan. Tapi sosok militer yang dikenal jenaka dan jago tinju itu dalam perjalanan hidupnya ternyata banyak menimbulkan petaka. Padahal semasa masih kecil dan remaja, Idi Amin lebih banyak diasuh oleh ibunya yang berasal dari suku pekerja keras. Awalnya Amin dan ibunya tinggal di kawasan penduduk yang kebanyakan berprofesi sebagai buruh di perkebunan gula. Pola hidup Idi Amin masih nomaden dan selalu berpindah dari kamp ke kamp.
Masa depan hidup Idi Amin mulai menunjukkan kejelasan ketika pada 1946, dirinya diterima sebagai tentara bagian dapur di King’s African Rifles (KAR). Resimen tentara Inggris seperti Gurkha yang waktu itu masih berkuasa di Afrika. Meskipun dalam kemampuan akademis prestasi Idi Amin sangat pas-pasan, di bidang olahraga, tentara tinggi besar dan periang ini ternyata menunjukkan keunggulan. Khususnya dalam olahraga yang kemudian membuatnya terkenal, tinju. Berkat prestasinya di bidang olahraga dan mampu melakukan pendekatan terhadap perwira Inggris, pada 1958, Amin sudah berpangkat sersan mayor dan menjabat komandan peleton. Selain itu, Amin juga selalu jadi jawara di tinju kelas berat Uganda dan makin populer. Tahun 1961, Amin diberi pangkat Leman, pangkat yang hanya disandang oleh dua orang Uganda, mengingat perwira militer KAR masih didominasi tentara Inggris. Sebagai perwira militer yang disenangi orang Inggris, Amin juga dikenal sebagai seorang prajurit yang kejam. Salah satu bukti kekejamannya adalah ketika Amin mendapat tugas untuk membereskan suku pencuri ternak, Turkana, yang bersembunyi di negara tetangga Uganda, Kenya.
Pasukan Amin membantai sebuah desa yang ditinggali suku Turkana tanpa pandang bulu. Aksi pembantaian An sebenarnya diketahui militer Inggris dan sanksi keras pun akan dijatuhkan kepada Amin. Karena Uganda akan diberi kemerdekaan oleh Inggris hanya beberapa bulan lagi dan Perdana Menteri Uganda, Milton Abote, ternyata membela Amin, sanksi pun dibatalkan. Setelah Uganda merdeka pada 1963, Abote malah menaikkan pangkat Amin menjadi kolonel dan memberikan jabatan sebagai deputi komandan AD Berta AU Uganda.
Kolusi antara Abote dan Amin membuat keduanyaberoposisi dengan Raja Uganda, King Mutesa, sehingga situasi politik dan ekonomi Uganda mengalami goncangan. Apalagi Abote saat itu malah menaikkan pangkat Amin menjadi mayor jenderal dan menjabat komandan AU dan AD Uganda. Ketidakpuasan di kalangan militer pun merebak. Tabun 1969 sebuah upaya kudeta dan usaha pembunuhan Abote yang didalangi Brigjen Perino Okoya berhasil digagalkan. Tak lama kemudian Brigjen Perino dan istrinya ditembak coati oleh pembunuh gelap di rumahnya. Pembunuhan Brigjen Perino yang dalangnya masih simpang-siur itu ternyata membuat hubungan Abote dan Amin merenggang. Pasalnya, Abote mencurigai Amin berada dibalik pembunuhan dan kudeta Perino. Januari 1971 ketika Abote sedang menghadiri konferensi negara persemakmuran di Singapura, apa yang dikhawatirkannya terjadi. Tanga diduga Amin melancarkan kudeta. Abote memilih tak pulang ke ibukota Uganda, Kampala dan terbang menuju negara sahabatnya, Tanzania. Di negara sahabatnya itu, diam-diam Abote menyusun kekuatan. Begitu Amin berkuasa, Uganda segera dilanda banjir* darah.
Kisah
kepemimpinan Obote dan Amin yang mewarnai Uganda malah diterbitkan
dalam sebuah buku Recollections of Uganda under Milton Abote and ldi
Amin, sehingga pembaca bisa mendalami karakter dua pemimpin yang semula
akrab tapi kemudian saling bermusuhan itu
Akibat keputusan Amin itu, Uganda dalam waktu singkat menjadi negera terbelakang dan miskin. Pasalnya selama ini roda perekonomian Uganda dipegang para pendatang. Uganda bahkan dikenal sebagai negara hitam tanpa hukum dan kondisinya terns merosot.
Tahun 1979, pemerintahan Idi Amin akhirnya tumbang setelah dikudeta oleh tentara nasionalis Uganda yang didukung Tanzania. Amin melarikan diri ke Libya dan selanjutnya mendapatkan suakapolitik di Jedah, Arab Saudi. lull 2003, Idi Amin meninggal di Jedah. Rakyat Uganda menolak permintaan istri Amin yang menginginkan jasad suaminya dikubur di tanah kelahirannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar